Tips & Trick

MAU MENGHITUNG PAJAK KENDARAAN? INI RUMUSNYA!

cara membayar PKB

Kadang kita bertanya-tanya bagaimana sih cara menghitung kendaraan? karena mungkin sobat sultan saat membayar pajak, akan langsung muncul nominalnya. Nah pada artikel ini, Sultan akan membagikan tutorial bagaimana cara menghitung pajak kendaraan.

nah, Berikut sultan rangkum cara Menghitung Pajak Kendaraan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)

Besar Tarif Pajak Kendaraan Bermotor dan Anggaran Lain Yang Harus Dibayarkan

Besaran tarif pajak bermotor bersifat progesif. Artinya, perhitungan besarnya tarif pajak dihitung berdasar jumlah kendaraan bermotor yang sobat sultan miliki. Nah, parameter besaran pajak di setiap daerah yang ada di Indonesia gak semua sama.

Sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2015, untuk wilayah DKI Jakarta maka aturan perhitungan pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:

  1. Untuk kepemiikan kendaraan bermotor yang pertama oleh orang pribadi, besar pajak dikenakan 2 %. Sedangkan untuk tambahan kendaraan bermotor lainnya (kedua, ketiga dan seterusnya) maka akan meningkat 0,5 % setiap unit yang dimiliki. Tarif ini berlaku apabila nama dan atau alamat yang tertera di STNK sama.
  2. Tarif pajak kendaraan bermotor oleh badan adalah sebesar 2 %.
  3. Sementara, tarif pajak kendaraan bermotor milik pemerintah Pusat, Daerah atau TNI/ POLRI, angkutan umum, ambulans, mobil pemadam  adalah sebesar 0,5 %
  4. Kendaraan bermotor alat berat akan dikenakan pajak sebesar 0,20 %

Anggaran Lainnya

Selain tarif pajak, setiap kepemilikan atas kendaraan bermotor juga akan dikenakan biaya lainnya (di luar pajak). Biaya ini dapat dilihat pada lembar STNK. Berikut rincian biaya yang harus sobat sultan bayarkan :

  1. BBN KB yaitu Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Biaya ini berkisar 10% dari harga faktur kendaraan baru. Apabila kendaraan bekas, maka biayanya sebesar 2/3 Pajak Kendaraan Bermotor.
  2. Pajak Kendaraan Bermotor besarnya 1,5 % dari harga jual kendaraan. Besaran nominal PKB akan terus menurun sejalan dengan harga jual kendaraan yang juga mengalami penyusutan setiap tahun.
  3. Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp. 35.000 untuk motor, sedangkan mobil sebesar Rp. 143.000.  Biaya ini nantinya akan dikelola pihak Jasa Raharja.
  4. Biaya Administrasi yang akan dibayarkan setiap pergantian nomor plat baru/ balik nama. Untuk kendaraan yang baru gakakan ditarik biaya ini.
  5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor. Seperti pada umumnya, biaya denda hanya akan dibayarkan jika pemilik kendaraan terlambat melakukan perpanjangan STNK.

Panduan Menghitung Pajak Kendaraan

Berikut beberapa hal yang akan diperhitungkan saat menghitung pajak kendaraan , antara lain :

  1. Dasar Pengenaan Pajak yang berlandaskan kepada :
    • Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
    • Bobot yang merujuk kepada resiko tingkat kerusakan jalan/ pencemaran lingkungan akibat dari penggunaan kendaraan bermotor tersebut. Di mana, koefisien = 1 bagi kendaraan yang mempunyai toleransi rendah terhadap kerusakan jalan/ pencemaran lingkungan. Apabila tingkat toleransi tinggi, maka nilai koefisiennya > 1.
  2. SWDKLLJ, sesuai tarif yang sudah disebut di atas.

Baca Juga : CUKUP DARI RUMAH, INI CARA MENGECEK PAJAK KENDARAAN

Rumus cara menghitung PKB 

  • (Nilai jual kendaraan x bobot koefisien) x besaran prosentase pajak

    • Contoh kasus : Sebuah motor beat keluaran tahun 2012 108cc (harga jual Rp.7.500.000) yang merupakan kepemilikan pertama, mempunyai bobot koefisien=1.
  • Cara hitung pajak :

    • PKB (Rp. 7.500.000 x 1) x 2% = Rp.  150.000

    • SWDKLLJ = Rp. 35.000

    • Total Pajak Yang Harus Dibayarkan = Rp.  185.000

Mudah, bukan? Nah, buat sobat sultan yang sudah terlambat bayar hingga lima tahunan, maka hanya bisa membayar di kantor SAMSAT. Jadi jangan sampai telat bayar pajak, biar bisa menikmati kemudahannya. Semoga tutorial menghitung pajak kendaraan di atas bermanfaat.

Macam-macam Pajak Kendaraan

Pajak kendaraan di Indonesia dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu pajak tahunan dan pajak lima tahunan.

Pajak Tahunan

Sesuai namanya, pajak tahunan harus dilaporkan setiap tahun.  Pajak tahunan ini secara umum perlu dilakukan untuk mengesahkan kembali STNK.  Apabila, sobat ingin melapor pajak tahunan, maka siapkan BPKB, STNK, KTP yang semuanya harus asli. Perlu diingat, nama yang termuat di KTP harus sama dengan yang tercantum di STNK asli. Bawa serta uang pembayaran pajaknya, ya!.  Nah, kali ini pembayaran pajak tahunan dapat dilakukan melalui aplikasi e-SAMSAT saja.

Pajak Lima Tahunan

Pajak lima tahunan berarti dilaporkan setiap lima tahun sekali. Gunanya untuk pembaharuan plat nomor kendaraan dan STNK. Untuk melapor pajak lima tahunan, berkas yang harus dipersiapkan adalah STNK asli, KTP asli, BPKB, serta formulir laporan cek fisik.

Berbeda dengan pajak tahunan, untuk pajak lima tahunan gak dapat dibayarkan melalui e-SAMSAT, melainkan harus langsung di kantor SAMSAT. Sebab, sobat akan diberi STNK dan plat nomor kendaraan yang baru.

Mudah, bukan? Nah, buat sobat sultan yang sudah terlambat bayar hingga lima tahunan, maka hanya bisa membayar di kantor SAMSAT. Jadi jangan sampai telat bayar pajak, biar bisa menikmati kemudahannya. Semoga info di atas bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More