News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mulai Rabu Penerapan PSBB di Bekasi, Ojek Online Dilarang Bawa Penumpang

Mulai Rabu Penerapan PSBB di Bekasi, Ojek Online Dilarang Bawa Penumpang


SULSEL INFO -- Menyusul DKI Jakarta, Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah yang akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pada Rabu (15/4/2020) mendatang.

Untuk warga Bekasi yang harus keluar rumah, ada ketentuan yang wajib dipatuhi. Bentuknya hampir sama dengan penerapan PSBB di Jakarta, yakni ada pembatasan jumlah orang saat berkendara. Bagi pengendara sepeda motor, hanya boleh dikendarai oleh satu orang yakni pengendara sepeda motor saja.

Untuk ojek berbasis aplikasi atau online dilarang membawa penumpang. Yang diperbolehkan adalah membawa makanan dan minuman saja alias layanan pesan antar makanan.

"Hampir sama (penerapannya) apa yang sudah dilakukan oleh DKI Jakarta, karena acuannya kita sama ke Kemenkes dan dan juga (Perwalkot) mengadopsi Pergub DKI," ujar Wakil Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto, Senin (13/4).

Dalam surat edaran yang diterbitkan Wali Kota Rachmat Effendy, aturan tentang ojol tertuang dalam pasal 18 ayat (6), berbunyi  angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi pengunaannya hanya untuk pengangkutan barang.

Selanjutnya, Pasal 18 Ayat (7) poin a dijelaskan bahwa angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perkeretaapian, dan/atau transportasi barang. Ayat tersebut berbunyi, membatasi jumlah orang maksimal 50% dari kapasitas angkutan.
 
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Bekasi nomor 22 tahun 2020 tentang Pemberlakuan Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Dalam Permenkes No. 9 tahun 2020. Dalam Permenkes, ojol memang hanya boleh mengantar barang.

Rahmat Effendi menegaskan ojek online dilarang mengangkut penumpang saat penerapan PSBB, pada Rabu.

"Ojol kita ikut DKI dulu, itu juga kan sesuai Permenkes," kata Rahmat kepada wartawan di Stadion Patriot Candrabaga, pada Senin.

Rahmat kembali menegaskan aturan PSBB mengikuti Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) maupun aturan DKI Jakarta. Dirinya menyayangkan jika adanya dualisme aturan terkait aturan ojol saat PSBB. Hal itu tentunya membuat bingung warga.

"Engga ada perbedaan signifikan aturan PSBB, hanya tinggal dualisme tadi itu, yang ojol bisa itu. Padahal ini sama, ini menteri, ini menteri harusnya satu biar di bawah engga (bingung)," papar dia.

Sedangkan terkait setiap biaya yang timbul akibat pelaksanaan PSBB akan dibebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi dan sumber dana lainnya.

Selain itu, segala pelayanan publik di bidang perizinan dan nonperizinan di Kota Bekasi akan dihentikan selama PSBB berlangsung.

"Kecuali pelayanan kesehatan dan atau pelayanan tertentu yang dikecualikan," i demikian dinyatakan dalam SK PSBB tersebut.(red)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

loading...

Posting Komentar