News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Inovasi Pengawas Benih Tanaman (PBT) Jateng Tingkatan Produksi Benih Jagung Hibrida Di Tengah Wabah Corona

Inovasi Pengawas Benih Tanaman (PBT) Jateng Tingkatan Produksi Benih Jagung Hibrida Di Tengah Wabah Corona


SULSEL INFO ■ Saat ibu pertiwi menangis karena Wabah corona yang belum mereda, namun tidak mengendorkan semangat Pengawas Benih Tanaman (PBT) Jateng untuk melakukan inovasi terhadap peningkatan produksi benih jagung Hibrida di Rembang.

Hal ini dibuktikan oleh petani Rembang yang berhasil panen benih jagung hibrida produk rakitan anak bangsa varietas JH 37 seluas 15 ha di Kelompoktani Krinjo Makmur, Desa Sale, Kecamatan Sale, Kab. Rembang dengan hasil rata-rata 6 ton/ha. 

Salah satu cara untuk memenuhi permintaan jagung yang semakin meningkat guna kepentingan industri pangan, pakan ternak dan ruminansia serta biofuel, adalah dengan meningkatkan produksi jagung.

Hal ini yang membuat semangat PBT Jateng, Jaka Sri Santosa untuk serius mempelajari teknik produksi benih jagung hibrida produk Litbang ke Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros tahun lalu, papar Jaka. 
Jaka, Rembang (16/4) 

Ia mengungkapkan pengalamannya selama mengawal proses sertifikasi benih jagung di Rembang bersama Tim, dirinya mengamati pertumbuhan karakter sifat parent seed/tetua induk betina varietas JH 37, dimana letak bakal tongkol berada di posisi urutan daun ke 6-10, 


Salah satu faktor yang diamati dalam meningkatkan produktivitas jagung hibrida adalah inovasi detaseling dan pemangkasan/babat tanaman jantan, Inovasi Detaseling

“Inovasi yang kami lakukan adalah saat detaseling atau pencabutan bunga jantan pada barisan tanaman induk betina dilakukan sebelum bunga jantan terbuka/muncul daun ke 11-12 (daun pembungkus mulai membuka tetapi malai belum keluar dari gulungan daun)”. 

Apabila terlihat benjolan keras, pada urutan daun ke 11-12 maka segera di korek diambil dengan tangan. Prinsipnya agar tidak ada tanaman yang terlewatkan tidak tercabut bunga jantannya, sehingga akan menghentikan supply makanan ke bunga jantan pada induk betina. Hal ini akan menginisiasi pengangkutan makanan ke tongkol dan hasil tongkol akan besar serta kemurnian untuk calon benih terjaga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aliran energi dalam pembentukan bunga dialihkan untuk pertumbuhan dan perkembangan biji atau tongkol sehingga dapat meningkatkan produksi jagung, lanjut Jaka.

Pencabutan bunga jantan pada tanaman betina dilakukan setiap hari selama periode berbunga biasanya antara 40-50 hari setelah tanam. Pekerjaan ini dilakukan pada pagi hari mulai pukul 06.00 WIB sampai selesai dan diulangi lagi sebanyak 7-10 hari sampai benar-benar tidak ada lagi bunga jantan di tanaman betina. Syarat yang harus diperhatikan adalah tidak membiarkan kuncup bunga jantan sampai mekar dan pollen sudah pecah, karena akan mengakibatkan self pollinations/penyerbukan sendiri.

Babat jantan Tanaman jagung jantan harus dibabat setelah proses perkawinan/serbuk silang sudah selesai untuk menghindari tercampurnya tongkol jantan pada saat panen. Ciri-cirinya saat rambut pada tongkol jagung yang sudah kering dan berwarna kecoklatan. Babat jantan dilakukan pada umur 65-80 hari setelah tanam, atau saat bunga betina pada tanaman jagung sudah kering. Kedua hal ini mungkin bisa menjadi inisiasi PBT di Provinsi lain dalam penawalan mutu benih, imbuh Jaka. 

Dari testimony Ketua Kelompoktani Krinjo Makmur, Syukur, diungkapkannya ia hampir tidak percaya hasil pembenihannya, tongkolnya besar besar hampir sama dengan lengan saya, dari hasil timbangan 1 kg ada 4 tongkol. Hal ini di luar perkiraan petani, sehingga dari 15 Ha kegiatan Korporasi jagung hibrida di Sale, bisa menghasilkan 90 ton calon benih jagung hibrida, jelasnya.

Ditambahkannya,biasanya pendapatan kami dari tanam jagung konsumsi per ha sekitar 12 jt/ha, dengan koorporasi benih rata-rata menghasilkan calon benih 6 ton/ha, dimana biaya produksi petani (sebagian sudah di bantu pemerintah lewat koorporasi), maka pendapatan petani yang kami dapat sekitar 31,5 – 36 juta/ha. Ada peningkatan pendapatan 2-3 kali lipatnya. Alhamdulillah, ujar Syukur dengan bangga. 

Syukur berharap , kegiatan perbenihan ini terus berkelanjutan dan semakin luas petani yang ikut menanam perbenihan jagung hibrida di desanya. pungkasnya 

Kontributor : Retno S./Jaka SS.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

loading...

Posting Komentar