News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

FWJ Kritisi sistem Pendataan Penerima Bantuan Paket sembako Pemprov DKI

FWJ Kritisi sistem Pendataan Penerima Bantuan Paket sembako Pemprov DKI



SULSEL INFO ■ 100 lebih wartawan dari perwakilan 160 media yang tergabung dalam Forum Wartawan Jakarta (FWJ) mengelar aksi turun kejalan suarakan aspirasi, dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan memprotes  kinerja Pemprov DKI dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai progran pencegahan wabah covid-19 yang dinilai amburadul.

Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan menjelaskan aksi serentak ini dadakan tanpa komando. "atas banyaknya laporan masyarakat ke kami. Selain dari temen-teman wartawan dilapangan, kami juga menerima banyak pengaduan warga soal tak meratanya subsidi pembagian paket sembako yang dijanjikan Anies. "Terang Opan.di depan Balaikota Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2020) siang.

Lanjutnya, "Lima (5) tuntutan Forum Wartawan Jakarta atas aksi damai ini, mengarah pada sistem pendataan dan tidak adanya perhatian Pemprov DKI terhadap para wartawan diluar lingkup pokja balaikota".

1). Kami Wartawan Bukan Musuh Pemprov DKI, Jangan Pentingkan Diri Sendiri, Ingat Kita Senasib;

2). Singkirkan Naufal dan para Pembisik Busuk Gubernur DKI Jakarta;

3). Wartawan Juga Manusia, dan Layak Diperhatikan;       

4). Diskriminasi terhadap Para Wartawan adalah pelanggaran HAM berat;

5). FWJ Tawarkan Hotline Call Centre sebagai Solusi penerapan PSBB cegah Covid-19 untuk warga DKI Jakarta.             
Dalam orasinya Opan mempertegas bahwa seluruh rakyat Indonesia sedang menangis menghadapi wabah Covid-19 yang sangat mematikan, selaku garda terdepan, para jurnalis juga manusia, karena ini adalah bencana nasional, janganlah dipandang sebelah mata, ujarnya

Penasehat Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Lemens Kodongan, Kami mendukung apa yang telah ditetapkan pemerintah, namun kami kecewa atas sistemnya yang tak jelas. "Ucap Lemens, menambahkan

Ia mengkritisi sistem pendataan penerima bantuan paket sembako yang dijanjikan Gubernur DKI Jakarta tidak sesuai dengan ucapan Anies Baswedan. Bahkan Lemens menilai ada kekeliruan dan bersumber pada sistem maupun SDM dari jajaran Pemprov DKI yang kurang mumpuni.

"Warga DKI yang terdampak semua menunggu realisasi yang dijanjikan Anies, tapi faktanya tidak sesuai. "Kritik Lemens.

Itu namanya diskriminasi, karena kami yakin adanya oknum dari pemprov DKI sendiri yang menjegal surat kami sehingga tak mendapatkan disposisi  Gubernur. Jika itu terjadi, maka bisa kami katakan oknum itu telah melanggar HAM berat. "Tegas Lemens.

"Dalam Gelar Aksi Damai tersebut Forum Wartawan Jakarta menawarkan solusi terbaik,  FWJ menawarkan dibentuknya Hotline call centre diluar dari instansi pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Karena dengan sistem yang dibangun FWJ akan membantu Pemprov DKI Jakarta dalam hal pendataan penerima bantuan dan data berapa banyak warga yang tak menerima. Sistem itu bekerja update per 6 jam sekali dengan hasil input setiap RT, RW dan kelurahan. ".
 (FWJ)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

loading...

Posting Komentar